Anda pasti penasaran toh, tentang bagaimana masa depan Anda? Apakah Anda
akan sukses di masa depan? Apakah Anda akan berhasil nanti? Ketahuilah,
bahwa yang bisa memastikannya hanyalah Sang Pencipta Anda. Namun demikian,
Anda beruntung sekali karena Yang Maha Kuasa telah memberi kesempatan kepada
Anda, untuk meramalkan masa depan Anda sendiri. Bagaimana dengan ini? Anda
bisa mengetahuinya, hanya dalam waktu dua puluh menit!
Jika Anda tertarik untuk mengetahui masa depan Anda, Anda bisa mengerjakan
PR dari Leslie Fieger berikut ini - Leslie Fieger adalah penulis buku "The
DELFIN Knowledge System Trilogy: The Initiation, The Journey, dan The Quest"
dan "Millionaire Mindset".
Pertama, Anda harus memahami petunjuk-petunjuk penting yang menentukan
kesuksesan.
*1. SIKAP*
Ada sikap pemenang dan ada sikap orang yang kalah. Sebagian besar dari kita
memiliki sikap campuran.
Sikap pemenang ditandai oleh: *self esteem* yang tinggi, cara pandang yang
positif terhadap kehidupan, penuh rasa bersyukur, peka akan arah hidup,
memiliki kemauan keras untuk belajar dan melakukan apa yang perlu dilakukan.
Sikap orang yang kalah ditandai oleh: *self esteem* yang rendah, cara
pandang yang negatif tentang hidup, tidak pandai bersyukur, mempercayai
nasib buruk dan kesialan, tidak mau belajar, keras kepala tentang berbagai
hal yang dianggap sudah diketahuinya, memiliki kemauan yang rendah dan
disiplin pribadi yang buruk.
*2. NIAT*
Berbagai hal yang dikerjakan dengan niat, akan bermuara pada hasil yang
diniatkan. Berbagai hal yang dikerjakan tanpa niat, akan berakhir dengan
hasil yang tidak diniatkan. Anda bisa mengklarifikasi soal niat ini, dengan
menjawab tiga pertanyaan berikut:
*"Apa niat Anda dalam mempertahankan suatu keyakinan?"
"Apa niat Anda dalam mengambil pola pikir tertentu?"
"Apa niat Anda dalam melakukan sesuatu?"*
Kebanyakan orang akan sulit menjawabnya dan hanya pemenang yang bisa.
Seorang pemenang bahkan melanjutkannya dengan pertanyaan berikut ini:
*"Apa hasil yang Saya niatkan dengan keyakinan ini, berpikir seperti ini,
bertindak begini, dan membawa diri dengan cara ini?"*
*3. TUJUAN*
Tujuanlah yang memberi arti. Hidup tanpa tujuan adalah hidup yang tidak
berarti.
Pemenang punya tujuan dan orang yang kalah tidak. Seorang pemenang hidup
dengan dan di dalam tujuan. Orang yang kalah hidup sebagai korban keadaan.
Mereka tidak menciptakan keadaan.
Tuliskanlah sesegera mungkin tujuan hidup Anda, dan gunakan standar Anda
sendiri. Anda boleh sangat egois untuk yang satu ini. Tapi ketahuilah,
bahwasanya tujuan itu telah dituliskan di dalam kitab suci Anda.
*4. SEMANGAT*
Semangat adalah bahan bakar Anda. Bahan bakar itulah yang akan menarik orang
lain dan sumber daya yang diperlukan sehingga makin mendekati Anda. Semangat
itu magnet. Orang yang bersemangat akan menarik orang lain dan sumber daya
ke arahnya.
Pemenang adalah orang yang sangat bersemangat.
*5. RENCANA*
Anda pernah mendengar ini. Anda sudah membacanya berulang kali. Hidup Anda
perlu rencana dan Anda harus membuatnya. Seorang pemenang memiliki rencana
permainan. Orang yang kalah hanyalah penonton atau pemain cadangan.
Tulislah rencana Anda dengan spesifik dan sedetil mungkin.
*6. PERSISTENSI*
Sikap pantang menyerah akan melahirkan pemenang. Sikap ini akan
meroketkannya sampai ke puncak.
Di tengah perjalanan, Anda pasti akan menemukan kendala dan hambatan. Orang
yang kalah akan segera menyerah, dan seorang pemenang justru menjadikannya
kekuatan dan alat belajar untuk mencari solusi.
*7. TANGGUNGJAWAB*
Jawablah pertanyaan ini,
*"Mengapakah Saya belum juga berbahagia, kaya, sejahtera, sukses, dan
mencapai segala keinginan Saya?"*
Jika jawaban Anda menyalahkan kondisi, keadaan, kejadian, atau orang lain,
maka Anda adalah orang yang kalah. Sebab, seorang pemenang adalah ia yang
mau mengambil tanggungjawab, dan orang yang kalah akan menyalahkan segala
sesuatu selain dirinya sendiri.
Naiklah ke panggung kehidupan dan terimalah tanggungjawabnya. Maka Anda akan
menjadi pemenang di setiap detak jantung Anda.
Jika Anda memilih bertanggungjawab untuk setiap kesulitan dan kegagalan,
maka Anda juga akan bertanggungjawab untuk setiap kesuksesan.
Saat Anda sukses, Anda bahkan tidak perlu lagi berkata, "Saya hoki." Anda
bisa mengatakan, "Alhamdulillah, Saya berhasil melakukannya."
*8. KATA-KATA*
Kata-kata yang Anda ucapkan dan cara Anda mengucapkannya, menunjukkan banyak
hal tentang Anda. Kata-kata Anda akan mengungkapkan keyakinan Anda,
pemikiran Anda, dari mana Anda berasal, dengan siapa Anda bergaul, dan
kemana Anda akan berakhir.
Orang biasa berbicara tentang orang lain; orang rata-rata berbicara tentang
kejadian dan keadaan; orang hebat dan pemenang berbicara tentang ide dan
idealismenya sendiri.
*9. TINDAKAN*
Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Apa yang Anda lakukan adalah
cerminan dari karakter Anda.
Kebanyakan orang hanya melakukan apa yang dilakukan orang lain. Jika Anda
mau menjadi pemenang, lakukanlah apa yang menjadi idealisme Anda sendiri.
Ketahuilah, bahwa tindakan akan membawa hasil. Dengan bertindak sesuai
idealisme Anda sendiri, hasilnya adalah Anda yang ideal.
Lakukanlah apa yang Anda sukai, lakukanlah apa yang Anda inginkan.
Bertanggungjawab dan rasakanlah konsekuensinya.
*10. SILATURAHIM*
Jika Anda ingin menjadi pemenang, bergaullah dengan pemenang. Ciptakanlah
kelompok *mastermind* Anda sendiri. Cobalah untuk terlibat dengan orang yang
lebih dahulu sukses daripada Anda, dengan orang yang lebih pintar daripada
Anda, dan dengan orang yang punya aspirasi lebih baik daripada Anda.
Bergaullah dalam keseharian dengan mereka, atau bacalah buku-buku dan
biografi mereka. Kunjungilah situs atau blog mereka.
Orang yang kalah bergaul dengan orang yang kalah. Bukan hanya karena merasa
senasib sepenanggungan saja, tapi juga karena merasa tidak terancam *self
esteem*-nya, saat mereka membandingkan diri dengan orang lain.
Cintailah diri Anda apa adanya saat ini. Terimalah diri sebagaimana adanya
kini. Dengan begitu, Anda akan dapat menaikkan *self esteem* Anda. Dan
kemudian, Anda tidak lagi perlu merasa terancam atau membanding-bandingkan
diri dengan orang lain.
Pemenang itu percaya diri, dan orang yang kalah percaya dunia di sekitarnya.
Itulah petunjuk-petunjuk paling rahasia yang menjadi penentu kesuksesan
Anda. Dan sekarang, semuanya bukan rahasia lagi. Bagaimanakah caranya, agar
Anda bisa menggunakan semua petunjuk itu untuk meramalkan masa depan
kesuksesan Anda?
Luangkan waktu dua puluh menit, dan cari tahulah tentang hal-hal berikut
ini:
*Dengan siapa Anda bergaul,
Apa yang Anda lakukan dari hari ke hari,
Bagaimana cara Anda berbicara dan apa yang Anda katakan,
Apakah Anda bertanggungjawab atau menyalahkan,
Apakah Anda pantang menyerah,
Apakah Anda punya rencana,
Apakah Anda punya semangat untuk hidup dan menjalani rencana,
Apakah Anda bertindak dengan sengaja atau reaksional, dan
Bagaimana Anda menyikapi dan menjalani hidup ini*
Dua puluh menit kemudian, Anda akan mengetahui apakah Anda akan sukses atau
tidak. Anda, juga bisa meramalkan sukses atau tidaknya orang lain dengan
perangkat ini. Teman Anda, keluarga Anda, suami atau istri Anda, anak-anak
Anda, boss Anda, siapa saja.
Berita baiknya, untuk Anda sendiri, Anda tidak perlu memiliki semua
karakteristik seorang pemenang sejati. Anda hanya perlu merubah diri dan
mencoba mendekatinya semampu Anda.
Bagaimana dengan Saya? Ah, Saya mah baru belajar meramal nasib.
Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
Daftar Blog Saya
Sabtu, 27 November 2010
SIAPA PENENTU SUKSES ANDA ?
Tidak mudah untuk meraih dan mendapatkan sukses. Tentu Anda seringkali mendengar orang mengatakan hal itu. Dan ungkapan itu memang benar adanya, tidak gampang untuk bisa menjadi orang sukses. Tidak semua orang bisa merasakan suatu kesuksesan dalam kehidupan ini. Kesuksesan hanya akan hadir kepada diri orang-orang tertentu, orang-orang yang punya "daya tarik" kuat terhadap "sukses"; sehingga "sukses" tersebut akan mendatanginya dengan suka rela.
Jika saya katakan seperti tersebut di atas, bahwa "sukses" hanya mendatangi orang-orang yang punya "daya tarik" terhadap "sukses", apakah Anda percaya? Kalau saya tanya, "Siapakah penentu sukses Anda?" Saya yakin, kedua pertanyaan saya tersebut pasti Anda jawab secara positif dan optimis. Pertanyaan pertama, pasti Anda jawab "Ya", Anda percaya bahwa sukses hanya datang kepada orang yang mempunyai "magnet sukses", sehingga kekuatannya akan bisa menarik "sukses" untuk mendatanginya. Dan, pertanyaan kedua pasti Anda jawab "Diri Saya Sendiri", ya...penentu sukses Anda adalah diri Anda sendiri. Saya sangat yakin, setiap orang kalau ditanya, "Siapakah penentu sukses?"; pasti jawabannya adalah "Diri Sendiri".
Kedua jawaban optimis yang Anda berikan ini, pasti juga sama dengan jawaban dari sebagian besar orang di muka bumi ini. Yang menjadi masalah sekarang adalah, kenapa banyak orang sudah mempunyai jawaban positif dan optimis, yang sama dengan Anda; tetapi dalam menjalani kehidupannya ternyata masih banyak pula yang tidak sukses. Bahkan mereka justru sering mengalami kegagalan, kemunduran, sengsara, dan tidak mendapatkan kebahagiaan? Inilah keadaan realita kehidupan yang masih banyak menimpa sebagian besar manusia yang harus kita renungkan.
Mengapa mereka tidak berhasil menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup? Apa sesungguhnya yang menjadi penghalang jalan menuju sukses tersebut? Saya juga sangat tahu dan maklum, bahwa mereka pun pasti selalu memanjatkan do'a, memohon kepada Tuhan, agar diberikan kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Tetapi kenapa seakan-akan Tuhan tidak segera mengabulkan do'a mereka?
Sebaliknya, Anda juga bisa melihat kenyataan pada diri orang-orang sukses. Saya yakin do'a yang dipanjatkan ke Tuhan oleh orang sukses ini, juga tidak jauh berbeda dengan do'a orang lain pada umumnya. Semua do'a semestinya berisi keinginan positif yang diharapkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Lalu, Anda melihat perbedaannya, yaitu: setiap do'a dari orang sukses terkesan selalu dikabulkan oleh Tuhan Allah. Tuhan tidak pernah menolak do'a dari orang sukses. Mengapa? Apakah Tuhan itu Dzat yang senang "pilih kasih" terhadap manusia? Mengapa ada orang gagal dan ada orang sukses? Mengapa orang gagal lebih banyak jumlahnya dari pada orang sukses?
Saya ingat wejangan seorang ulama, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagaimana ada di dalam Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd, ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". Ini merupakan bukti, bahwa Tuhan menjadikan manusia "bebas berbuat dan memilih", "tidak dipaksa dan tidak pula dilakukan oleh Tuhan". Ini berarti, manusia itu memainkan peran penting dalam menentukan takdirnya sendiri. Di dalam Al-Qur'an, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 รข€“ 38 juga ada terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya".
Ayat tersebut di atas memberikan gambaran sangat jelas, bahwa kita diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih apa pun keinginan kita sendiri, untuk maju ataukah mundur, dan setiap orang dari kita ini juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan, apa pun pilihan kita. Jadi di sini sudah jelas maknanya, bahwa manusia harus merencanakan kehidupannya sendiri, akan menjadi seperti apa nantinya.
Manusia harus membuat suatu rencana hidupnya di masa depan. Dalam pengertian ini, Tuhan hanya bertindak menjadi "fasilitator" bagi manusia untuk menggapai tujuan hidup manusia itu sendiri. Sesungguhnya Tuhan akan dengan murah hati mengikuti apapun keinginan manusia tersebut. Ini sebuah cuplikan firman Tuhan, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku".
Oleh sebab itu, jika Anda ingin sukses, karena penentu sukses adalah diri Anda se;diri; maka Anda harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses ini di dalam diri Anda sendiri. Anda harus ada keinginan sekaligus kemauan untuk menjadi sukses. Keinginan dan kemauan untuk sukses itu sebuah pijakan; yang harus Anda tidak lanjuti dengan suatu perencanaan matang untuk meraih sukses dan mendapatkannya. Di dalam pelaksanaan meraih sebuah kesuksesan, Andapun harus mempunyai sikap ulet, tahan banting, dan pantang menyerah. Sebab jika tidak begitu, Anda akan mudah untuk berkata "Saya Gagal".
Tuhan adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Kaya, dan Dia jelas menginginkan setiap manusia ciptaan-Nya bisa sukses dan bahagia dalam hidupnya. Semuanya diserahkan oleh Allah kepada manusia sendiri untuk mengurus dirinya secara bebas, Allah hanya "melegitimasi" saja terhadap setiap upaya yang telah dilakukan oleh manusia, termasuk Anda. Tuhan mengharapkan setiap manusia mempunyai kesadaran tentang kewajiban sukses dalam hidup ini. Kesadaran tentang kewajiban sukses inilah yang harus kita pahami lebih dalam lagi. Oleh karena Andalah sang penentu kesuksesan, Andalah pengambil keputusan bagi kesuksesan diri Anda sendiri; sedangkan Tuhan selalu mengikuti apa pun yang diinginkan oleh manusia. Kesadaran akan sukses ini sangat penting peranannya di dalam kehidupan setiap orang, jika orang itu memang menginginkan sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wasalam,
WURYANANO
Jika saya katakan seperti tersebut di atas, bahwa "sukses" hanya mendatangi orang-orang yang punya "daya tarik" terhadap "sukses", apakah Anda percaya? Kalau saya tanya, "Siapakah penentu sukses Anda?" Saya yakin, kedua pertanyaan saya tersebut pasti Anda jawab secara positif dan optimis. Pertanyaan pertama, pasti Anda jawab "Ya", Anda percaya bahwa sukses hanya datang kepada orang yang mempunyai "magnet sukses", sehingga kekuatannya akan bisa menarik "sukses" untuk mendatanginya. Dan, pertanyaan kedua pasti Anda jawab "Diri Saya Sendiri", ya...penentu sukses Anda adalah diri Anda sendiri. Saya sangat yakin, setiap orang kalau ditanya, "Siapakah penentu sukses?"; pasti jawabannya adalah "Diri Sendiri".
Kedua jawaban optimis yang Anda berikan ini, pasti juga sama dengan jawaban dari sebagian besar orang di muka bumi ini. Yang menjadi masalah sekarang adalah, kenapa banyak orang sudah mempunyai jawaban positif dan optimis, yang sama dengan Anda; tetapi dalam menjalani kehidupannya ternyata masih banyak pula yang tidak sukses. Bahkan mereka justru sering mengalami kegagalan, kemunduran, sengsara, dan tidak mendapatkan kebahagiaan? Inilah keadaan realita kehidupan yang masih banyak menimpa sebagian besar manusia yang harus kita renungkan.
Mengapa mereka tidak berhasil menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup? Apa sesungguhnya yang menjadi penghalang jalan menuju sukses tersebut? Saya juga sangat tahu dan maklum, bahwa mereka pun pasti selalu memanjatkan do'a, memohon kepada Tuhan, agar diberikan kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Tetapi kenapa seakan-akan Tuhan tidak segera mengabulkan do'a mereka?
Sebaliknya, Anda juga bisa melihat kenyataan pada diri orang-orang sukses. Saya yakin do'a yang dipanjatkan ke Tuhan oleh orang sukses ini, juga tidak jauh berbeda dengan do'a orang lain pada umumnya. Semua do'a semestinya berisi keinginan positif yang diharapkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Lalu, Anda melihat perbedaannya, yaitu: setiap do'a dari orang sukses terkesan selalu dikabulkan oleh Tuhan Allah. Tuhan tidak pernah menolak do'a dari orang sukses. Mengapa? Apakah Tuhan itu Dzat yang senang "pilih kasih" terhadap manusia? Mengapa ada orang gagal dan ada orang sukses? Mengapa orang gagal lebih banyak jumlahnya dari pada orang sukses?
Saya ingat wejangan seorang ulama, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagaimana ada di dalam Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd, ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". Ini merupakan bukti, bahwa Tuhan menjadikan manusia "bebas berbuat dan memilih", "tidak dipaksa dan tidak pula dilakukan oleh Tuhan". Ini berarti, manusia itu memainkan peran penting dalam menentukan takdirnya sendiri. Di dalam Al-Qur'an, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 รข€“ 38 juga ada terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya".
Ayat tersebut di atas memberikan gambaran sangat jelas, bahwa kita diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih apa pun keinginan kita sendiri, untuk maju ataukah mundur, dan setiap orang dari kita ini juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan, apa pun pilihan kita. Jadi di sini sudah jelas maknanya, bahwa manusia harus merencanakan kehidupannya sendiri, akan menjadi seperti apa nantinya.
Manusia harus membuat suatu rencana hidupnya di masa depan. Dalam pengertian ini, Tuhan hanya bertindak menjadi "fasilitator" bagi manusia untuk menggapai tujuan hidup manusia itu sendiri. Sesungguhnya Tuhan akan dengan murah hati mengikuti apapun keinginan manusia tersebut. Ini sebuah cuplikan firman Tuhan, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku".
Oleh sebab itu, jika Anda ingin sukses, karena penentu sukses adalah diri Anda se;diri; maka Anda harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses ini di dalam diri Anda sendiri. Anda harus ada keinginan sekaligus kemauan untuk menjadi sukses. Keinginan dan kemauan untuk sukses itu sebuah pijakan; yang harus Anda tidak lanjuti dengan suatu perencanaan matang untuk meraih sukses dan mendapatkannya. Di dalam pelaksanaan meraih sebuah kesuksesan, Andapun harus mempunyai sikap ulet, tahan banting, dan pantang menyerah. Sebab jika tidak begitu, Anda akan mudah untuk berkata "Saya Gagal".
Tuhan adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Kaya, dan Dia jelas menginginkan setiap manusia ciptaan-Nya bisa sukses dan bahagia dalam hidupnya. Semuanya diserahkan oleh Allah kepada manusia sendiri untuk mengurus dirinya secara bebas, Allah hanya "melegitimasi" saja terhadap setiap upaya yang telah dilakukan oleh manusia, termasuk Anda. Tuhan mengharapkan setiap manusia mempunyai kesadaran tentang kewajiban sukses dalam hidup ini. Kesadaran tentang kewajiban sukses inilah yang harus kita pahami lebih dalam lagi. Oleh karena Andalah sang penentu kesuksesan, Andalah pengambil keputusan bagi kesuksesan diri Anda sendiri; sedangkan Tuhan selalu mengikuti apa pun yang diinginkan oleh manusia. Kesadaran akan sukses ini sangat penting peranannya di dalam kehidupan setiap orang, jika orang itu memang menginginkan sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wasalam,
WURYANANO
MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH
Siapa yang pernah berhutang mohon tunjuk jari? Saya yakin hampir semua yang membaca tulisan ini akan tunjuk jari. Termasuk saya sendiri. Siapa yang pernah punya masalah dengan hutang harap tunjuk jari? Nah, sekarang banyak yang tidak tunjuk jari tapi malah senyum-senyum. Mungkin ada yang teringat pengalaman pribadinya, atau mungkin sulit untuk mengakuinya. Meski kadang kita malu mengakuinya, saya yakin banyak diantara kita yang pernah memiliki masalah dengan hutang. Entah dari sekedar terlambat membayar kartu kredit hingga tiap hari ditelpon petugas kartu kredit, hingga didatangi debt collector yang kasar dan serem.
Untuk apa kita berhutang? Umumnya hutang digambarkan sebagai "solusi atas masalah keuangan kita". Lihat saja iklan2 produk perbankan, semua menggambarkan hutang sebagai solusi. Hutang memang akan menjadi solusi ketika kita bisa mengelola nya dengan benar. Namun dapat menjadi masalah ketika tidak dikelola dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, ketika hutang sudah menjadi masalah, bagaimana mengatasinya?
Bagi Anda yang pernah ada dalam posisi berhutang dan merasakan beratnya membayar hutang, pasti ingat alternatif apa yang kita pikirkan ketika hutang menjadi masalah. Ya, berhutang lagi. Hampir selalu begitu. Pengalaman saya bekerja di perbankan adalah demikian. Sebagian besar debitur yang bermasalah, akan mencoba mengatasi masalah dengan menambah hutang. Ini sama saja mengatasi masalah dengan masalah. Hasilnya ya masalah yang lebih besar.
Saya juga pernah dalam posisi berhutang, dan Alhamdulillah dapat mengatasinya. Bagaimana saya bisa menyelesaikan masalah saya dulu? Ternyata bukan dengan berhutang lagi. Masalah ternyata tidak dapat diselesaikan dengan masalah, namun harus diselesaikan secara tuntas dari dalam ke luar (inside-out). Ibarat pengobatan, harus dari dalam, baru manjur. Berikut sharing pengalaman saya:
Jangan menghindar. Mengalami masalah dalam berhutang itu wajar dan dapat diselesaikan. Jadi Anda jangan sampai menghindar dari pemberi hutang. Semakin Anda menghindar, masalah akan semakin besar. Hadapi dan ajak bicara baik-baik. Tawarkan solusi dan ajak diskusi. Mereka juga berkepentingan supaya Anda mampu membayar hutang. Anda juga tidak perlu merasa dalam posisi di bawah. Hubungan bisnis itu posisinya setara. Para konglomerat yang punya hutang trilyunan saja (dan nunggak bertahun-tahun!) kalau bernegosiasi dengan pejabat pemerintah tampil super pe-de. Jadi kalau hutang Anda masih puluhan atau ratusan juta ya santai aja.
Jangan membuat pikiran kita terpaku dengan memikirkan masalah hutang. Semakin dipikirkan, maka masalah akan semakin berat. Lagipula, suatu masalah tidak akan selesai dengan dipikirkan. Sebagai ganti nya, mulailah berpikir tentang peluang-peluang dan kesempatan-kesempatan untuk memperoleh uang tambahan TANPA BERHUTANG. Kalau kita berpikiran bahwa solusi akan datang dengan cara mencari hutang lagi, maka itu yang akan terjadi. Jadi stop memikirkan bahwa kita akan menambah hutang untuk menutup hutang.
Pikirkan peluang. Mungkin Anda akan protes, walah susah nih, bagaimana caranya? Peluang apa? Hari ini mungkin Anda belum kepikiran, tapi InsyaAllah Tuhan akan memberikan pertolongan ketika Anda mulai berpikir tentang peluang. Perhatikan sekitar Anda, adakah peluang untuk menghasilkan uang tambahan secara halal dengan cepat? Saya yakin pasti ada. Ketika kita mulai berpikir tentang peluang, pintu rizki akan terbuka. Saya pernah membuktikannya.
Terus bersyukur. Ini yang paling berat. Mana mungkin dalam keadaan babak-belur "terjepit hutang" masih bersyukur. Justru disini tantangannya. Tuhan Maha Bijaksana. Pengalaman berhutang ini tentu ada maksudnya. Saya yakin maksud tadi adalah baik untuk Anda. Barangkali akan mengantarkan Anda pada posisi yang jauh lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tiap detik, tiap waktu, ucapkan rasa syukur di hati dan di bibir. Caranya dengan mengingat-ingat anugerah dari Tuhan yang sudah Anda terima. Anak Anda yang lucu-lucu, pasangan Anda yang baik, Pekerjaan Anda yang diperebutkan ribuan orang, bisnis Anda yang Alhamdulillah masih berjalan, dan banyak lagi. Ini penting untuk menjaga agar hati Anda selalu dalam keadaan "feel good". Peluang tidak akan datang kepada orang dengan pikiran yang suntuk dan hati yang terus menggerutu. Ganti isi pikiran dan hati Anda dengan rasa syukur yang mendalam.
Tetap berbahagia. Masalah serius yang saya amati dari orang yang menghadapi masalah hutang adalah mereka menjadi tidak bahagia. Mereka merasa jadi orang susah. "Aura" susah ini terpancar keluar dan akhirnya mereka canggung dalam berbisnis, akibatnya bisnis ya makin susah. Anda harus selalu berbahagia. Hutang Anda terjadinya di dunia "luar" Anda. Diri Anda yang ada di dalam Anda tidak terpengaruh apapun yg terjadi di luar sana. Kalau Anda mau bahagia, maka jadilah Anda bahagia SEKARANG, apapun keadaan Anda. Dengan selalu bahagia, "aura" bahagia Anda akan selalu terpancar, bahasa tubuh Anda akan enak, ngomong lancar, berbisnis pun lancar. Susah dipahami ya? Hehehe … kalau gitu praktekkan saja.
Ambil tindakan. Ketika ada peluang untuk mendapatkan rizki tambahan tanpa berhutang, segera ambil tindakan. Sekecil apapun itu. Kadang Tuhan bekerja dengan misterius. Hal-hal yg kelihatannya kecil dan sepele, kadang menjadi besar dan membawa berkah di masa depan. Jangan ada hari tanpa tindakan. Mulai setiap hari Anda dengan semangat, karena Anda tahu akan melakukan apa hari ini.
Pasrahkan. Dengan tetap berusaha, selalu pasrahkan pada Tuhan penyelesaian terbaiknya. Let it God. Tuhan Maha Tahu dan Bijaksana, pasti akan memberikan solusi yang terbaik. Kadang Tuhan membayarkan hutang Anda dengan cara yang unik, maka Anda harus selalu open-minded. Saya pernah melunasi hutang saya dengan cara barter. Hutang saya, ternyata dapat saya tukar dengan skill dan knowledge (software) yang zero cost buat saya. Peluangnya datang begitu tiba-tiba, ketika orang yang memberi hutang menanyakan dimana mencari vendor suatu software yang dia perlukan. Langsung saya sambar kesempatan ini dengan menyatakan bahwa saya bisa memberikan. Besoknya langsung saya majukan proposal. Dan ketika matanya terbelalak membaca angka di proposal saya, saya berbaik hati memberikan secara gratis, asal hutang saya dianggap nol. Kami langsung berjabat tangan.
Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Termasuk hutang. Bahkan masalah yang Anda hadapi mungkin adalah salah satu bagian dari pembelajaran Anda menjadi pebisnis besar. Kalau mengatasi hutang puluhan juta saja tidak bisa bagaimana nanti jadi konglomerat yang punya hutang ratusan milyar? Jadi bagi yang sedang punya masalah dengan hutang, tetap semangat, selalu bersyukur, dan selalu hadirkan kebahagiaan di hati. InsyaAllah semua akan beres.
Fauzi Rachmanto MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH
Untuk apa kita berhutang? Umumnya hutang digambarkan sebagai "solusi atas masalah keuangan kita". Lihat saja iklan2 produk perbankan, semua menggambarkan hutang sebagai solusi. Hutang memang akan menjadi solusi ketika kita bisa mengelola nya dengan benar. Namun dapat menjadi masalah ketika tidak dikelola dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, ketika hutang sudah menjadi masalah, bagaimana mengatasinya?
Bagi Anda yang pernah ada dalam posisi berhutang dan merasakan beratnya membayar hutang, pasti ingat alternatif apa yang kita pikirkan ketika hutang menjadi masalah. Ya, berhutang lagi. Hampir selalu begitu. Pengalaman saya bekerja di perbankan adalah demikian. Sebagian besar debitur yang bermasalah, akan mencoba mengatasi masalah dengan menambah hutang. Ini sama saja mengatasi masalah dengan masalah. Hasilnya ya masalah yang lebih besar.
Saya juga pernah dalam posisi berhutang, dan Alhamdulillah dapat mengatasinya. Bagaimana saya bisa menyelesaikan masalah saya dulu? Ternyata bukan dengan berhutang lagi. Masalah ternyata tidak dapat diselesaikan dengan masalah, namun harus diselesaikan secara tuntas dari dalam ke luar (inside-out). Ibarat pengobatan, harus dari dalam, baru manjur. Berikut sharing pengalaman saya:
Jangan menghindar. Mengalami masalah dalam berhutang itu wajar dan dapat diselesaikan. Jadi Anda jangan sampai menghindar dari pemberi hutang. Semakin Anda menghindar, masalah akan semakin besar. Hadapi dan ajak bicara baik-baik. Tawarkan solusi dan ajak diskusi. Mereka juga berkepentingan supaya Anda mampu membayar hutang. Anda juga tidak perlu merasa dalam posisi di bawah. Hubungan bisnis itu posisinya setara. Para konglomerat yang punya hutang trilyunan saja (dan nunggak bertahun-tahun!) kalau bernegosiasi dengan pejabat pemerintah tampil super pe-de. Jadi kalau hutang Anda masih puluhan atau ratusan juta ya santai aja.
Jangan membuat pikiran kita terpaku dengan memikirkan masalah hutang. Semakin dipikirkan, maka masalah akan semakin berat. Lagipula, suatu masalah tidak akan selesai dengan dipikirkan. Sebagai ganti nya, mulailah berpikir tentang peluang-peluang dan kesempatan-kesempatan untuk memperoleh uang tambahan TANPA BERHUTANG. Kalau kita berpikiran bahwa solusi akan datang dengan cara mencari hutang lagi, maka itu yang akan terjadi. Jadi stop memikirkan bahwa kita akan menambah hutang untuk menutup hutang.
Pikirkan peluang. Mungkin Anda akan protes, walah susah nih, bagaimana caranya? Peluang apa? Hari ini mungkin Anda belum kepikiran, tapi InsyaAllah Tuhan akan memberikan pertolongan ketika Anda mulai berpikir tentang peluang. Perhatikan sekitar Anda, adakah peluang untuk menghasilkan uang tambahan secara halal dengan cepat? Saya yakin pasti ada. Ketika kita mulai berpikir tentang peluang, pintu rizki akan terbuka. Saya pernah membuktikannya.
Terus bersyukur. Ini yang paling berat. Mana mungkin dalam keadaan babak-belur "terjepit hutang" masih bersyukur. Justru disini tantangannya. Tuhan Maha Bijaksana. Pengalaman berhutang ini tentu ada maksudnya. Saya yakin maksud tadi adalah baik untuk Anda. Barangkali akan mengantarkan Anda pada posisi yang jauh lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tiap detik, tiap waktu, ucapkan rasa syukur di hati dan di bibir. Caranya dengan mengingat-ingat anugerah dari Tuhan yang sudah Anda terima. Anak Anda yang lucu-lucu, pasangan Anda yang baik, Pekerjaan Anda yang diperebutkan ribuan orang, bisnis Anda yang Alhamdulillah masih berjalan, dan banyak lagi. Ini penting untuk menjaga agar hati Anda selalu dalam keadaan "feel good". Peluang tidak akan datang kepada orang dengan pikiran yang suntuk dan hati yang terus menggerutu. Ganti isi pikiran dan hati Anda dengan rasa syukur yang mendalam.
Tetap berbahagia. Masalah serius yang saya amati dari orang yang menghadapi masalah hutang adalah mereka menjadi tidak bahagia. Mereka merasa jadi orang susah. "Aura" susah ini terpancar keluar dan akhirnya mereka canggung dalam berbisnis, akibatnya bisnis ya makin susah. Anda harus selalu berbahagia. Hutang Anda terjadinya di dunia "luar" Anda. Diri Anda yang ada di dalam Anda tidak terpengaruh apapun yg terjadi di luar sana. Kalau Anda mau bahagia, maka jadilah Anda bahagia SEKARANG, apapun keadaan Anda. Dengan selalu bahagia, "aura" bahagia Anda akan selalu terpancar, bahasa tubuh Anda akan enak, ngomong lancar, berbisnis pun lancar. Susah dipahami ya? Hehehe … kalau gitu praktekkan saja.
Ambil tindakan. Ketika ada peluang untuk mendapatkan rizki tambahan tanpa berhutang, segera ambil tindakan. Sekecil apapun itu. Kadang Tuhan bekerja dengan misterius. Hal-hal yg kelihatannya kecil dan sepele, kadang menjadi besar dan membawa berkah di masa depan. Jangan ada hari tanpa tindakan. Mulai setiap hari Anda dengan semangat, karena Anda tahu akan melakukan apa hari ini.
Pasrahkan. Dengan tetap berusaha, selalu pasrahkan pada Tuhan penyelesaian terbaiknya. Let it God. Tuhan Maha Tahu dan Bijaksana, pasti akan memberikan solusi yang terbaik. Kadang Tuhan membayarkan hutang Anda dengan cara yang unik, maka Anda harus selalu open-minded. Saya pernah melunasi hutang saya dengan cara barter. Hutang saya, ternyata dapat saya tukar dengan skill dan knowledge (software) yang zero cost buat saya. Peluangnya datang begitu tiba-tiba, ketika orang yang memberi hutang menanyakan dimana mencari vendor suatu software yang dia perlukan. Langsung saya sambar kesempatan ini dengan menyatakan bahwa saya bisa memberikan. Besoknya langsung saya majukan proposal. Dan ketika matanya terbelalak membaca angka di proposal saya, saya berbaik hati memberikan secara gratis, asal hutang saya dianggap nol. Kami langsung berjabat tangan.
Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Termasuk hutang. Bahkan masalah yang Anda hadapi mungkin adalah salah satu bagian dari pembelajaran Anda menjadi pebisnis besar. Kalau mengatasi hutang puluhan juta saja tidak bisa bagaimana nanti jadi konglomerat yang punya hutang ratusan milyar? Jadi bagi yang sedang punya masalah dengan hutang, tetap semangat, selalu bersyukur, dan selalu hadirkan kebahagiaan di hati. InsyaAllah semua akan beres.
Fauzi Rachmanto MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH
MENYIKAPI KEGAGALAN
Bagaimana seharusnya kita menyikapi suatu kegagalan ???? Tips berikut bisa dijadikan panduan....
PERTAMA
Berpikirlah positif untuk meraih hal positif dalam hidup. Selalu berpikir hal-hal yang positif akan membawa kita pada tindakan dan perilaku yang juga mengarah kepada hal-hal yang positif. Sehingga diharapkan dari tindakan dan perilaku tersebut akan menghasilkan buah-buah yang positif pula.
KEDUA
Merenungi kesalahan dan kegagalan kita hingga sebelum pagi keesokan hari untuk menemukan hikmah di balik kegagalan. Jangan menangisi kegagalan terus-menerus. Kita harus mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan kita.
KETIGA
Setelah menemukan makna dari kegagalan, cobalah bangkit untuk mencoba kembali meraih apa yang sebelumnya kita cita-citakan. Setiap kali gagal, yakinlah bahwa kita hanya perlu mencoba sekali lagi untuk meraih keberhasilan yang didambakan.
Kesuksesan tak lebih dari suatu percobaan. Karena itu jangan pernah takut untuk mencoba, lalu mengkaji hasil yang diperoleh dari setiap percobaan tersebut. Cobalah kembali hingga kita mendapat hasil sesuai keinginan. Karena beberapa kali percobaan yang harus ditempuh masing-masing orang sebelum mencapai keberhasilan berbeda-beda. Kecuali saat kita akhirnya merasa sesuatu yang tengah kita jalani bukan jalan hidup kita, barulah kita berhak mencoba hal lain.
Namun kalau kita memiliki keyakinan kuat pada suatu hal, jangan berhenti mencoba sebelum berhasil. Intinya adalah setiap kita gagal, ambillah pelajaran di baliknya, kajilah mengapa kita bisa gagal. Lalu kita jangan lagi mengulangi kesalahn yang sama.
PERTAMA
Berpikirlah positif untuk meraih hal positif dalam hidup. Selalu berpikir hal-hal yang positif akan membawa kita pada tindakan dan perilaku yang juga mengarah kepada hal-hal yang positif. Sehingga diharapkan dari tindakan dan perilaku tersebut akan menghasilkan buah-buah yang positif pula.
KEDUA
Merenungi kesalahan dan kegagalan kita hingga sebelum pagi keesokan hari untuk menemukan hikmah di balik kegagalan. Jangan menangisi kegagalan terus-menerus. Kita harus mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan kita.
KETIGA
Setelah menemukan makna dari kegagalan, cobalah bangkit untuk mencoba kembali meraih apa yang sebelumnya kita cita-citakan. Setiap kali gagal, yakinlah bahwa kita hanya perlu mencoba sekali lagi untuk meraih keberhasilan yang didambakan.
Kesuksesan tak lebih dari suatu percobaan. Karena itu jangan pernah takut untuk mencoba, lalu mengkaji hasil yang diperoleh dari setiap percobaan tersebut. Cobalah kembali hingga kita mendapat hasil sesuai keinginan. Karena beberapa kali percobaan yang harus ditempuh masing-masing orang sebelum mencapai keberhasilan berbeda-beda. Kecuali saat kita akhirnya merasa sesuatu yang tengah kita jalani bukan jalan hidup kita, barulah kita berhak mencoba hal lain.
Namun kalau kita memiliki keyakinan kuat pada suatu hal, jangan berhenti mencoba sebelum berhasil. Intinya adalah setiap kita gagal, ambillah pelajaran di baliknya, kajilah mengapa kita bisa gagal. Lalu kita jangan lagi mengulangi kesalahn yang sama.
ORANG BODOH VS ORANG PINTER
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk ! selanjutnya
mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepa! tnya men dapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar
"meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
Ta! pi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah ! dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pin! ter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk ! selanjutnya
mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepa! tnya men dapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar
"meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
Ta! pi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah ! dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pin! ter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.
Semua Diawali Dengan Keinginan
KEINGINAN, itulah kata kunci dari semua aktifitas kita. Diawali dari bangun tidur kita dihadapkan oleh dua keinginan, meneruskan tidur atau bangkit dari tidur. Jika kita memilih tidur, kita kan dihadapkan oleh dua keinginan, tidur seperti sebelumnya atau tidur dengan mematikan lampu dan AC (jika punya). Jika kita bangkit dari tidur, kita akan dihadapkan oleh keinginan, bermalas-malasan dulu atau langsung ke kamar mandi. Demikian seterusnya kita dihadapkan oleh berbagai pilihan dan pilihan itu dipilih sesuai dengan keinginan kita.
Semua manusia dikarunai akal dan pikiran serta hawa nafsu. dengan akal dan pikirannya manusia bertahan hidup dan dengan nafsunya manusia berkembang. disadari atau tidak ketiga unsur ini saling terkait dan kadang menimbulkan efek positif dan efek negative tergantung bagaimana manusia itu mengendalikan hawa nafsunya berdasarkan akal dan pikirannya.
Hawa nafsu ibarat pedang bermata dua, disatu sisi bisa membawa kebahagiaan dan disatu sisi bisa membawa kehancuran. Saya tidak mau mengkuliahi, jika kita bisa mengendalikan nafsu dengan akal dan pikiran kita maka kita bisa mencapai kebahagian yang kita inginkan tapi jika nafsu mengendalikan akal dan pikiran kita maka kita akan mendekati kehancuran. Lihat disekeliling, banyak hal yang bisa dijadikan contoh. Saya pikir acara “buser” atau ‘sergap” di media televisi menjadi acuan dimana nafsu mengendalikan akal dan pikiran.
Adanya keinginan akan mendorong adanya suatu tindakan untuk mencapai yang diinginkan. Tinggal kita sendiri yang bisa mengatur apakah keinginan tersebut tidak terbungkus oleh hawa nafsu negatif yang bisa mendorong perilaku negatif atau sebaliknya. Seorang karyawan tentulah ingin hidup lebih sejahtera, lebih makmur dan bebas secara financial (Silahkan baca buku RICH Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki). Keinginannya itu akan memberikan pilihan apakah tetap bekerja seperti biasa dan rajin agar dapat promosi, apakah bekerja biasa dan melihat kesempatan untuk melakukan tindakan ambil untung dari posisi yang ada, apakah bekerja biasa dan berfikir mencari alternative penghasilan tambahan.
Dari ketiga pilihan itu akan mendorong adanya tindakan yang berbeda untuk memenuhi keinginannya. Pilihan pertama mungkin akan memberikan tindakan melakukan pekerjaan yang lebih rajin, proaktif, selalu berusaha untuk tampil baik didepan boss. Pilihan kedua mungkin akan memberikan tindakan berusaha mencari peluang sebanyak-banyaknnya untuk melakukan mark up suatu proyek jika yang bersangkutan ditunjuk sebagai pimpinan proyek. Pilihan ketiga mungkin akan melakukan tindakan ikut seminar bisnis, membaca buku-buku bisnis, ikutan mailing list bisnis (seperti saya) untuk melihat peluang bisnis yang bisa dilakukan selama masih menjadi karyawan.
Pengalaman saya mengenai keinginan mungkin bisa menjadi cerita yang menarik. Tahun 2000 akhir merupakan awal kehidupan saya. Lulus dari sebuah universitas negeri di palembang dengan gelar Sarjana Teknik kemudian mencoba mengadu nasib di Jakarta. Sama seperti fresh graduate biasa, keluar masuk kantor di bilangan Sudirman atau buka-buka iklan lowongan kerja di harian KOMPAS setiap hari sabtu dan Minggu.
Buka-buka iklan di internet atau ikut layanan karir.com atau JobDb.com juga saya lakukan sambil sesekali lihat situs-situs perusahan Indonesia ternama. Tinggal klik di search engine, cari nama perusahaan yang diinginkan. Menghubungi kakak kelas sambil mengharap akan ada lowongan ditempatnya bekerja dan merevisi isi CV (curriculum vitae) agar lebih menarik juga saya lakukan agar bisa keluar dari kondisi sebagai penggangguran intelektual.
Nasib membawa saya menjadi karyawan sebuah perusahaan multinasional, setelah empat kali ditolak oleh perusahaan lain. Suatu kebahagiaan karena masa itu gaji awal saya adalah sebesar sepuluh kali biaya bulanan kuliah saya. Dan itu saya dapatkan setelah hampir lima bulan menjadi pengangguran intelektual.
Empat tahun kemudian setelah menikah, saya mempunyai keinginan untuk memiliki usaha sendiri yang dapat memberikan tambahan pendapatan untuk keluarga saya. keinginan itu saya laksanakan dengan penuh semangat dan tahan malu. Menjajakan pakaian anak-anak dari pintu-pintu, bertemu dengan rekan-rekan baru dan selalu belajar dari masalah yang ada. Alhamdulillah, keinginan saya untuk memiliki toko yang besar dan bagus terlaksana setelah putri pertama saya lahir. Mengambil nama putri saya- NADINE, toko tersebut saat ini mulai dikenal dan kedepan saya percaya akan menjadi lebih besar dari saat ini.
Bermula dari keinginan memiliki mobil pribadi dimana saat itu saya merasa kasihan dengan putri saya yang baru berusia sebulan yang harus berpanas-panasan jika akan ke dokter. Di sisi lain disaat yang sama di rekening saya hanya berisi satu setengah juta rupiah. Berbekal sikap percaya jika keinginan yang positif akan memberikan hasil yang positif, saya memberanikan diri menghubungi rekan saya yang hendak menjual mobilnya. Saya utarakan niat membeli mobilnya dengan kondisi keuangan yang ada.
Awalnya rekan saya keberatan karena beliau ingin menjualnya secara cash. Namun saya jelaskan bahwa saya akan meminjam uang di bank dengan catatan rekan saya bisa meminjamkan dulu BPKB untuk jaminan. Saya jelaskan mekaninsme pembayarannya, akhirnya teman saya setuju untuk meminjamkan BKPB mobil yang akan dijual.
Setelah mendapat persetujuan, kemudian saya mengajukan kredit multi guna di sebuah bank pemerintah dengan jaminan BPKB mobil tersebut. Seminggu kemudian saya sudah memiliki mobil yang saya inginkan hanya dengan membayar uang muka satu setengah juta dan dengan mencicil ke bank selama tiga tahun. Dan saya beruntung, dengan adanya mobil, mempermudah operasional saya sehingga usaha yang saya rintis perlahan semakin berkembang dan saya bisa mencicil mobil tersebut dari hasil usaha saya. Saya bahagia karena keinginan saya tercapai dan saya dapatkan dengan usaha sungguh-sungguh.
KEINGINAN itulah awal semuanya.. So Jika karyawan sudah memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun sudah berkeinginan untuk jadi pengusaha, SELAMAT ! Tinggal tingkatkan semangat untuk jalankan apa-apa yang mesti dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut. Keinginan yang baik akan memberikan efek positif kepada diri pribadi sehingga menciptakan cara-cara yang positif.
TETAP SEMANGAT !!!
Oleh: Shauman Shaladin
Semua manusia dikarunai akal dan pikiran serta hawa nafsu. dengan akal dan pikirannya manusia bertahan hidup dan dengan nafsunya manusia berkembang. disadari atau tidak ketiga unsur ini saling terkait dan kadang menimbulkan efek positif dan efek negative tergantung bagaimana manusia itu mengendalikan hawa nafsunya berdasarkan akal dan pikirannya.
Hawa nafsu ibarat pedang bermata dua, disatu sisi bisa membawa kebahagiaan dan disatu sisi bisa membawa kehancuran. Saya tidak mau mengkuliahi, jika kita bisa mengendalikan nafsu dengan akal dan pikiran kita maka kita bisa mencapai kebahagian yang kita inginkan tapi jika nafsu mengendalikan akal dan pikiran kita maka kita akan mendekati kehancuran. Lihat disekeliling, banyak hal yang bisa dijadikan contoh. Saya pikir acara “buser” atau ‘sergap” di media televisi menjadi acuan dimana nafsu mengendalikan akal dan pikiran.
Adanya keinginan akan mendorong adanya suatu tindakan untuk mencapai yang diinginkan. Tinggal kita sendiri yang bisa mengatur apakah keinginan tersebut tidak terbungkus oleh hawa nafsu negatif yang bisa mendorong perilaku negatif atau sebaliknya. Seorang karyawan tentulah ingin hidup lebih sejahtera, lebih makmur dan bebas secara financial (Silahkan baca buku RICH Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki). Keinginannya itu akan memberikan pilihan apakah tetap bekerja seperti biasa dan rajin agar dapat promosi, apakah bekerja biasa dan melihat kesempatan untuk melakukan tindakan ambil untung dari posisi yang ada, apakah bekerja biasa dan berfikir mencari alternative penghasilan tambahan.
Dari ketiga pilihan itu akan mendorong adanya tindakan yang berbeda untuk memenuhi keinginannya. Pilihan pertama mungkin akan memberikan tindakan melakukan pekerjaan yang lebih rajin, proaktif, selalu berusaha untuk tampil baik didepan boss. Pilihan kedua mungkin akan memberikan tindakan berusaha mencari peluang sebanyak-banyaknnya untuk melakukan mark up suatu proyek jika yang bersangkutan ditunjuk sebagai pimpinan proyek. Pilihan ketiga mungkin akan melakukan tindakan ikut seminar bisnis, membaca buku-buku bisnis, ikutan mailing list bisnis (seperti saya) untuk melihat peluang bisnis yang bisa dilakukan selama masih menjadi karyawan.
Pengalaman saya mengenai keinginan mungkin bisa menjadi cerita yang menarik. Tahun 2000 akhir merupakan awal kehidupan saya. Lulus dari sebuah universitas negeri di palembang dengan gelar Sarjana Teknik kemudian mencoba mengadu nasib di Jakarta. Sama seperti fresh graduate biasa, keluar masuk kantor di bilangan Sudirman atau buka-buka iklan lowongan kerja di harian KOMPAS setiap hari sabtu dan Minggu.
Buka-buka iklan di internet atau ikut layanan karir.com atau JobDb.com juga saya lakukan sambil sesekali lihat situs-situs perusahan Indonesia ternama. Tinggal klik di search engine, cari nama perusahaan yang diinginkan. Menghubungi kakak kelas sambil mengharap akan ada lowongan ditempatnya bekerja dan merevisi isi CV (curriculum vitae) agar lebih menarik juga saya lakukan agar bisa keluar dari kondisi sebagai penggangguran intelektual.
Nasib membawa saya menjadi karyawan sebuah perusahaan multinasional, setelah empat kali ditolak oleh perusahaan lain. Suatu kebahagiaan karena masa itu gaji awal saya adalah sebesar sepuluh kali biaya bulanan kuliah saya. Dan itu saya dapatkan setelah hampir lima bulan menjadi pengangguran intelektual.
Empat tahun kemudian setelah menikah, saya mempunyai keinginan untuk memiliki usaha sendiri yang dapat memberikan tambahan pendapatan untuk keluarga saya. keinginan itu saya laksanakan dengan penuh semangat dan tahan malu. Menjajakan pakaian anak-anak dari pintu-pintu, bertemu dengan rekan-rekan baru dan selalu belajar dari masalah yang ada. Alhamdulillah, keinginan saya untuk memiliki toko yang besar dan bagus terlaksana setelah putri pertama saya lahir. Mengambil nama putri saya- NADINE, toko tersebut saat ini mulai dikenal dan kedepan saya percaya akan menjadi lebih besar dari saat ini.
Bermula dari keinginan memiliki mobil pribadi dimana saat itu saya merasa kasihan dengan putri saya yang baru berusia sebulan yang harus berpanas-panasan jika akan ke dokter. Di sisi lain disaat yang sama di rekening saya hanya berisi satu setengah juta rupiah. Berbekal sikap percaya jika keinginan yang positif akan memberikan hasil yang positif, saya memberanikan diri menghubungi rekan saya yang hendak menjual mobilnya. Saya utarakan niat membeli mobilnya dengan kondisi keuangan yang ada.
Awalnya rekan saya keberatan karena beliau ingin menjualnya secara cash. Namun saya jelaskan bahwa saya akan meminjam uang di bank dengan catatan rekan saya bisa meminjamkan dulu BPKB untuk jaminan. Saya jelaskan mekaninsme pembayarannya, akhirnya teman saya setuju untuk meminjamkan BKPB mobil yang akan dijual.
Setelah mendapat persetujuan, kemudian saya mengajukan kredit multi guna di sebuah bank pemerintah dengan jaminan BPKB mobil tersebut. Seminggu kemudian saya sudah memiliki mobil yang saya inginkan hanya dengan membayar uang muka satu setengah juta dan dengan mencicil ke bank selama tiga tahun. Dan saya beruntung, dengan adanya mobil, mempermudah operasional saya sehingga usaha yang saya rintis perlahan semakin berkembang dan saya bisa mencicil mobil tersebut dari hasil usaha saya. Saya bahagia karena keinginan saya tercapai dan saya dapatkan dengan usaha sungguh-sungguh.
KEINGINAN itulah awal semuanya.. So Jika karyawan sudah memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun sudah berkeinginan untuk jadi pengusaha, SELAMAT ! Tinggal tingkatkan semangat untuk jalankan apa-apa yang mesti dilakukan untuk memenuhi keinginan tersebut. Keinginan yang baik akan memberikan efek positif kepada diri pribadi sehingga menciptakan cara-cara yang positif.
TETAP SEMANGAT !!!
Oleh: Shauman Shaladin
BERFIKIR DAN BERJIWA BESAR
Percaya Anda dapat berhasil, maka Anda pun akan benar-benar berhasil, Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang, Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu kepercayaan yang kuat. Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil, Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan, Kesangsian adalah kekuatan negatif, Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan. Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia. Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar.
Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang anda kira.Orang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa anda bukan orang kelas satu.
3. Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan anda.
Sumber : Anoymous
Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan. Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia. Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar.
Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang anda kira.Orang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan anda atau mengesankan kepada orang lain bahwa anda bukan orang kelas satu.
3. Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan anda.
Sumber : Anoymous
Langganan:
Postingan (Atom)